Tuesday, December 18, 2012

Manusia dan Tanggung Jawab

▲Pengertian Tanggung Jawab
1. Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab dapat didefinisikan sebagai kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun tidak disengaja. Bersifat kodrati dan berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

Tanggung jawab merupakan ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Makna Tanggung Jawab
Tanggung jawab bermakna berkewajiban menanggung, jadi jika terjadi sesuatu dapat dituntut, diperkarakan dan sebagainya. Dapat pula bermakna menanggung akibat, baik karena perbuatan diri sendiri atau karena kepentingan orang lain.

▲Macam-Macam Tanggung Jawab
1. Jenis-Jenis Tanggung Jawab
▶Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggug jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia.

▶Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga terdiri dari suami-istri, ayah-ibu dan anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga dan juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, serta kehidupan.

▶Tanggung jawab terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan orang lain, individu harus berkomunikasi dan memiliki tanggung jawab seperti anggota masyarakat lainnya untuk melangsungkan hidup dalam masyarakat tersebut.

▶Tanggung jawab kepada Bangsa / Negara
Tiap manusia dan tiap individu adalah warga negara dari suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, dan bertingkah laku, manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara dan tidak dapat berbuat semaunya sendiri.

▶Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya, manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari ajaran serta hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. 

2. Contoh Setiap Jenis Tanggung Jawab
▶Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Esok hari, Ana akan menghadapi ulangan Bahasa Inggris yang akan diadakan oleh gurunya. Malam itu, seharusnya ia belajar, namun Ana malah membaca komik hingga larut malam. Keesokan harinya pun, ketika ulangan Bahasa Inggris berlangsung, Ana mengalami kesulitan dalam menjawab soal. Hingga akhirnya Ana mendapatkan nilai jelek dalam ulangan tersebut dan sangat menyesal. Itulah konsekuensi yang harus Ana terima, mendapatkan nilai jelek adalah tanggung jawabnya sendiri karena ia tidak belajar.

▶Tanggung jawab terhadap keluarga
Setelah kematian suaminya, Ibu Risa memutuskan untuk mencari pekerjaan agar tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari serta menafkahi kedua anaknya. Mau tidak mau, akhirnya ia menjadi seorang buruh cuci di kediaman tetangganya. Meski harus menanggung beban dan bekerja keras serta menggantikan suaminya untuk bekerja, apa yang dilakukan Ibu Risa adalah hal yang terpuji karena ia sudah bertanggung jawab atas keluarganya.

▶Tanggung jawab terhadap masyarakat
Daerah tempat Saskia tinggal, adalah daerah yang masyarakatnya sangat meninggikan sopan santun dan kedisiplinan. Namun, karena Saskia memiliki sifat cuek, ketika ia sedang berjalan pulang kerumahnya, ia melewati para orang tua, yang merupakan masyarakat tersebut tanpa mengucapkan permisi. Saskia juga sangat sering pulang malam diatas jam 9, padahal masyarakat disana sangat tabu jika melihat seorang perempuan yang pulang malam. Karena perbuatannya tersebut, Saskia menjadi bahan pembicaraan masyarakat sekitar dan dicemooh para tetangga. Itulah akibat yang merupakan tanggung jawab Saskia terhadap masyarakat karena ketidakpatuhannya dalam menghormati norma serta kebiasaan masyarakat sekitar tempat tinggalnya.

▶Tanggung jawab kepada bangsa dan negara
Dalam novel “Jalan Tak Ada Ujung” karya Muchtar Lubis, guru Isa yang terkenal sebagai guru yang baik, terpaksa mencuri barang-barang milik sekolah demi rumah tangganya. Perbuatan guru Isa ini harus dipertanggung jawabkan kepada pemerintah. Karena kalau perbuatan itu di ketahui, ia harus berurusan dengan pihak kepolisian dan pengadilan karena telah mencuri fasilitas sekolah.

▶Tanggung jawab terhadap Tuhan
Seorang biarawati dengan ikhlas tidak menikah selama hidupnya karena dituntut tanggung jawabnya terhadap Tuhan sesuai dengan hukum-hukum yang ada pada agamanya, hal ini dilakukan agar ia dapat sepenuhnya mengabdikan diri kepada Tuhan demi rasa tanggung jawabnya. Dalam rangka memenuhi tanggung jawabnya ini ia berkorban tidak memenuhi kodrat manusia pada umumya yang seharusnya meneruskan keturunannya, yang sebetulnya juga merupakan sebagian tanggung jawabnya sebagai makhluk Tuhan.

▲Pengabdian dan Pengorbanan
1. Pengertian Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, honnat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pada hakekatnya, pengabdian itu adalah rasa tanggung jawab terhadap suatu hal. Pengabdian biasanya lebih banyak menunjuk kepada perbuatan.

2. Macam-Macam Pengabdian
Dikatakan bahwa pengabdian paling dasar ialah pengabdian terhadap Tuhan, keluarga dan negara. Namun masih ada macam-macam pengabdian selain dari ketiga diatas, yaitu:
▶Pengabdian terhadap Tuhan YME
Merupakan penyerahan diri secara penuh terhadap Tuhan dan perwujudan tanggung jawab yang diikuti oleh pengorbanan.

▶Pengabdian terhadap masyarakat
Hal ini terjadi karena manusia dibesarkan dan hidup dalam masyarakat, sehingga sebagai perwujudan tanggung jawabnya, maka manusia akan melakukan pengabdian juga pengorbanan.

▶Pengabdian terhadap raja
Merupakan suatu penyerahan diri secara ikhlas kepada seorang raja yang memimpin sebuah negeri. Hal ini terjadi karena raja dianggap melindungi rakyatnya, walaupun pengabdian ini sekarang jarang terjadi.

▶Pengabdian terhadap negara
Merupakan pengabdian yang timbul karena seseorang merasa ikut bertanggung jawab terhadap kelestarian (kelangsungan) negara dan demi persatuan kesatuan bangsa.

▶Pengabdian terhadap harta
Hal ini terjadi karena seseorang memandang bahwa harta yang menghidupinya, sehingga segala tindakannya semata-mata hanya demi harta. Kadang tanpa ia sadari, hal tersebut justru mengorbankan dirinya karena mempertahankan harta dan akhirnya ia tidak dapat menikmati hartanya tersebut.

▶Pengabdian terhadap keluarga
Hal ini timbul karena keinginan untuk membahagiakan keluarga dengan terpenuhinya kebutuhan anggota keluarga secara lahir dan batin dengan layak.

3. Contoh Pengabdian Dalam Kehidupan
▶Pengabdian terhadap Tuhan YME
Contoh pengabdian terhadap Tuhan YME yaitu ketika umat Islam melaksanakan shalat lima waktu dalam sehari, melakukan zakat, melaksanakan kurban dan sebagainya, itu semua tidak lain adalah untuk pengabdian kepada Tuhan yang Maha Esa.

▶Pengabdian terhadap masyarakat
Contoh pengabdian terhadap masyarakat  yaitu ketika seorang mahasiswa yang telah lulus kuliah, berusaha untuk memajukan pendidikan di desanya dengan cara mendirikan sekolah. Walaupun tanpa imbalan dari siapa pun, ia tetap melakukannya demi kemajuan desanya.

▶Pengabdian terhadap raja
Contoh pengabdian terhadap raja yaitu ketika seorang gadis yang dengan suka rela dijadikan selir oleh rajanya.

▶Pengabdian terhadap negara
Contoh pengabdian terhadap negara yaitu ketika masyarakat berusaha merebut kembali Irian Barat dari penjajah Belanda, banyak pemuda yang mendaftarkan diri menjadi sukarelawan.

▶Pengabdian terhadap harta
Contoh pengabdian terhadap harta yaitu saat seorang pemuda terus menerus mengumpulkan uangnya hingga menjadi sangat banyak. Ia bahkan enggan untuk memakai hartanya tersebut untuk keperluannya sendiri. Hingga suatu hari, tas yang berisi keseluruhan hartanya itu dicuri sebelum ia menikmati hartanya tersebut.

▶Pengabdian terhadap keluarga
Contoh pengabdian terhadap keluarga yaitu diterapkan oleh seorang ayah yang merupakan kepala keluarga. Seorang ayah mengabdi kepada keluarga untuk mencari nafkah agar kebutuhan keluarganya dapat terpenuhi dengan cukup.

4. Pengertian Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata. Pengorbanan sendiri merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan lebih menunjuk pada pemberian sesuatu, seperti pikiran, perasaan, tenaga dan sebagainya.

5. Macam-Macam Pengorbanan
Pengorbanan di dunia ini ada bermacam-macam, diantaranya adalah seperti dibawah ini:
▶Pengorbanan Harta Benda, misalnya seperti seseorang yang menjual harta benda, termasuk rumah, mobil, motor dan sebagainya untuk biaya pengobatan di rumah sakit.

▶Pengorbanan Pikiran, misalnya seperti mengorbankan ide yang ada dipikiran kita dan mengalah pada orang lain.

▶Pengorbanan Perasaan, misalnya seperti menuruti perjodohan dari orang tua, sementara mengorbankan perasaan pada orang yang benar-benar disayangi.

▶Pengorbanan Jiwa, misalnya seperti seorang ibu yang mengorbankan jiwanya ketika akan melahirkan seorang anak.

▶Pengorbanan Jabatan, misalnya seperti seorang karyawan yang mengorbankan jabatannya karena untuk jabatan tersebut,  ia diminta untuk melakukan hal yang tidak sejalan dengan prinsipnya.

6. Akibat Dari Pengorbanan
Seperti yang kita ketahui, pengorbanan terjadi karena adanya pengabdian. Pengorbanan dapat mengakibatkan hilangnya pikiran dan perasaan seseorang, harta yang dimilikinya, bahkan nyawa pun dapat terenggut pula. Jika kita melakukan pengorbanan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain, sudah kodratnya, pasti kita akan kehilangan sesuatu apapun itu baik yang berharga untuk kita atau pun tidak.

7. Contoh Pengorbanan
Contoh pengorbanan dapat kita ketahui melalui novel “Siti Nurbaya” karangan Marah Rusli. Dalam novel tersebut, betapa besar pengorbanan gadis bernama Siti Nurbaya sebagai pengabdiannya kepada orang tua. Karena orang tua Siti Nurbaya tidak mampu membayar hutang kepada Datuk maringgih, sebagai tebusannya, Siti Nurbaya di bujuk agar bersedia menikah dengannya. Walaupun sebenarnya Siti sudah mengikat janji dengan pemuda pujaannya bernama Syamsul Bahri, demi pengabdiannya kepada orang tuanya, Siti Nurbaya bersedia memutuskan hubungannya dengan Syamsul bahri dan rela berkorban agar dinikahkan dengan Datuk Maringgih, meski dengan perasaan yang sangat berat.

Saturday, October 27, 2012

Manusia dan Pandangan Hidup

▲Pengertian Pandangan Hidup dan Ideologi
1. Pengertian Pandangan Hidup
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrat, Karena dapat menentukan masa depan seorang individu. Jadi, pengertian pandnagan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.

2. Sumber Pandangan Hidup
Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
►Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan yang mutlak kebenarannya.
►Pandangan hidup yang berupa idiologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
►Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

Apabila pandangan hidup itu diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi, maka pandangan hidup itu disebut ideologi. Dan pada dasarnya, pandangan hidup memiliki empat unsur, yaitu cita – cita, kebajikan, usaha dan keyakinan (kepercayaan).

3. Pandangan Hidup Muslim
Pandangan hidup Islam adalah pandangan tentang realitas dan kebenaran yang nampak oleh mata hati dan yang menjelaskan hakekat wujud, karena apa yang dipancarkan Islam adalah wujud yang total.

Pandangan hidup seorang muslim, yang berlandaskan pada pandangan hidup Islam, memiliki pandangan hidup yang bersumberkan kepada wahyu yang diperkuat oleh agama dan didukung oleh prinsip akal dan intuisi. Memegang prinsip bahwa ia diciptakan oleh Allah SWT, segala tata kehidupan baik rezeki, nasib dan segala sesuatunya diatur oleh Allah SWT.

4. Pengertian Ideologi
Ideologi adalah gabungan pandangan hidup yang telah tertanam pada suatu bangsa serta dasar negara yang memiliki nilai-nilai falsafah, sehingga dijadikan sebagai pedoman suatu bangsa/negara. Ideologi sendiri mencerminkan cara berfikir masyarakat, seperti apa bangsa dan negara yang menganutnya, dan juga membentuk masyarakat untuk mencapai cita-citanya.

5. Dua Hak Ideologi
Ideologi juga memiliki hak, terdapat dua hak pada ideologi yaitu :
►Ideologi Hukum
Ideologi Hukum adalah rincian dari keseluruhan orang dan masyarakat yang dapat memberikan dasar atau legitimasi bagi keberadaan lembaga-lembaga yang akan datang, sistem hukum atau bagian dari sistem hukum.

►Ideologi Politik
Ideologi Politik adalah himpunan nilai-nilai, ide, norma-norma, kepercayaan dan keyakinan, yang dimiliki seorang atau sekelompok orang, atas dasar mana dia menentukan sikapnya terhadap kejadian dan problema politik yang dihadapinya dan yang menentukan tingkah laku politiknya.

▲Cita - Cita
1. Pengertian Cita - Cita
Dalam kamus umum bahasa Indonesia cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang. Dengan demikian cita-cita dapat dikatakan sebagai pandangan masa depan. Jika cita-cita seseorang belum dapat terwujud atau tercapai, hal tersebut dinamakan sebagai angan-angan.

2. Contoh Cita - Cita
Sejak kecil, Bella senang bermain dokter-dokteran bersama beberapa teman sebayanya. Karena sangat gemar bermain, akhirnya ia bercita-cita ingin menjadi seorang dokter. Hingga beranjak remaja, jika ditanya orang-orang apa cita-citanya, Bella akan menjawab bahwa cita-citanya adalah dokter. Saat SMA pun Bella mengambil jurusan IPA, ia menyukai  biologi dan materi-materi yang berhubungan dengan kedokteran. Ia semakin tahu bahwa menjadi seorang dokter adalah tugas yang mulia, oleh karena itu Bella menjadi semakin berambisi untuk mewujudkan cita-citanya. Begitu lulus SMA, perjuangan Bella pun berlanjut dengan menuntut ilmu di sebuah universitas jurusan kedokteran. Hingga akhirnya, berkat usaha, kerja keras, doa dan ketekunan Bella, dalam beberapa tahun menuntut ilmu, ia lulus dari universitasnya dan berhasil menyandang gelar dokter serta bekerja di salah satu rumah sakit ternama. Cita-cita Bella sejak kecil pun akhirnya dapat tercapai berkat keinginannya yang besar untuk menjadi seorang dokter.

Dalam mewujudkan cita-cita, terdapat tiga faktor yang berpengaruh, yaitu:
►Pertama, faktor manusia yang mau mewujudkan cita-citanya tergantung pada kualitas manusia itu sendiri.
►Kedua, kondisi yang dihadapi manusia selama mencapai apa yang dicita-citakannya.
►Ketiga, seberapa tinggikah cita-cita yang hendak dicapai manusia tersebut.

▲Kebajikan
1. Pengertian Kebajikan
Kebajikan atau kebaikan pada hakikatnya adalah perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama atau etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik dan makhluk bermoral.

2. Makna Kebajikan
Kebajikan memiliki arti sesuatu yang mendatangkan kebaikan, segala bentuk kebaikan baik keselamatan, rezeki, kesehatan dan lain-lain. Makna dari kebajikan sendiri adalah berbuat baiklah kepada semua orang, terlebih kepada orang-orang yang sangat membutuhkan pertolongan. Karena suatu saat, secara cepat ataupun lambat, kebaikan yang telah kita lakukan, akan kembali lagi kepada kita.

3. Faktor Penentu Tingkah Laku Manusia
Ada beberapa faktor yang menjadi penentu tingkah laku manusia di kehidupan sehari-hari, yaitu:
►Faktor Pembawaan (Hereditas)
Hereditas merupakan faktor pertama yang mempengaruhi perkembangan individu, sudah ditentukan pada saat seorang individu masih ada di dalam kandungan. Dalam hal ini pembawaan (hereditas) dapat diartikan sebagai totalitas karakteristik individu yang diwariskan orang tua kepada anaknya.

►Faktor Lingkungan
Lingkungan adalah faktor kedua yang membentuk tingkah laku individu setelah lahir. Lingkungan yang dimaksud ialah lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Apabila dalam lingkungan tersebut para pelakunya berbuat hal-hal yang positif, maka individu akan terbentuk menjadi pribadi yang baik. Begitu pula sebaliknya jika lingkungan sekitar individu bertingkah laku yang negatif, maka individu pun akan membentuk kepribadian yang tidak baik juga.

►Faktor Pengalaman
Pengalaman dapat memberikan bekal kepada individu untuk mempertimbangkan sesuatu sebelum individu mengambil suatu tindakan. Hal ini dapat membentuk tingkah laku berdasarkan pengalaman-pengalaman hidup yang pernah individu alami.

▲Usaha/Perjuangan
1. Pengertian Usaha/Perjuangan
Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia harus bekerja keras untuk mewujudkan harapannya dan melanjutkan hidup, tanpa usaha/perjuangan maka kecil kemungkinan keinginan manusia tersebut dapat tercapai. Sebab usaha/perjuangan sudah menjadi bagian dalam kehidupan.

2. Ayat Al-Qur'an Tentang Usaha/Perjuangan
Di dalam Al-Qur’an pun terdapat ayat tentang usaha/perjuangan, ayat ini ada pada QS Ar-Ra’du ayat 11,  yaitu :
13:11
 Artinya : ”Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, kecuali mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri”.

Jadi, meski kehidupan ini yang menentukan adalah Allah, tetapi sebagai hambanya, perlulah kita berusaha, berdoa dan meminta kepada Allah agar usaha kita tidaklah sia-sia.

▲Keyakinan/Kepercayaan
1. Tiga Aliran Filsafat
Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan.  Menurut Prof. Dr. Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat yaitu:
►Aliran Naturalisme
Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari nature, dan itu berasal dari Tuhan. Tetapi yang tidak percaya pada Tuhan, nature itulah yang tertinggi. Aliran naturalisme berisikan spekulasi kalau Tuhan itu ada, dan mungkin juga Tuhan itu tidak ada.

►Aliran Intelektualisme
Aliran ini berdasarkan adalah logika atau akal. Dengan menggunakan akal, manusia dapat berbuat kebajikan, dapat membuat inovasi-inovasi baru dan sebagainya.

►Aliran Gabungan
Dasar aliran ini merupakan gabungan kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Jadi, disini, manusia percaya adanya Tuhan dan menggunakan akalnya untuk berbuat kebajikan.

2. Pengertian Keyakinan/Kepercayaan
Pengertian keyakinan/kepercayaan sendiri adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran.

▲Langkah-Langkah Berpandangan Hidup
1. Langkah-Langkah Berpandangan Hidup Yang Baik
Ada enam langkah agar individu dapat berpandangan hidup yang baik, yaitu:
Mengenal
Suatu kodrat manusia yang merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya.

Mengerti
Maksudnya mengerti terhadap pandangan hidup manusia itu sendiri.

Menghayati
Dengan menghayati hidup, manusia memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu sendiri.

Meyakini
Merupakan suatu hal yang cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidup.

Mengabdi
Merupakan suatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya, terlebih oleh orang lain.

Mengamankan
Merupakan sifat manusia bahwa bila sudah mengabdikan diri pada suatu pandangan hidup lalu ada orang lain yang mengganggu dan atau menyalahkannya, tentu ia tidak menerima dan bahkan cenderung untuk mengadakan perlawan.

SUMBER
Nugroho, Widyo dan Muchji, Achmad. (1996). MKDU: Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Universitas Gunadarma.

Friday, October 26, 2012

Manusia dan Keadilan

▲Pengertian Keadilan
1. Pengertian Keadilan
Secara umum, dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap individu memperoleh apa yang menjadi hak nya dan memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.

Tiga filsuf besar Yunani juga turut mendefinisikan keadilan, seperti Aristoteles mendefinisikan keadilan sebagai kelayakan dalam tindakan manusia. Menurut Plato, keadilan adalah individu yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Sementara Socrates berpendapat bahwa keadilan akan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan pemerintah telah melakukan tugasnya dengan baik.

Kong Hu Cu pun turut berpendapat tentang keadilan, menurutnya, keadilan terjadi jika setiap individu sudah melaksanakan kewajibannya masing-masing.

2. Makna Keadilan
Keadilan pun memiliki makna tersendiri, berikut ini adalah beberapa makna keadilan, yaitu:
►Pertama, adil berarti “sama”. Sama berarti tidak membedakan seseorang dengan yang lain. Persamaan yang dimaksud dalam konteks ini adalah persamaan hak. Karena manusia memiliki hak yang sama rata.

►Kedua, adil berarti “seimbang”. Adil juga memiliki makna seimbang. Sebagai seorang manusia yang memiliki akal, sudah sepatutnya imbang dalam melaksanakan keadilan. Terlebih lagi menyeimbangkan keadilan dalam hak dan kewajiban yang dimiliki masing-masing individu.

►Ketiga, adil berarti “perhatian terhadap hak individu dan memberikan hak itu pada setiap pemiliknya”. Dalam hal ini adil bisa didefinisikan sebagai wadh al-syai’ fi mahallihi (menempatkan sesuatu pada tempatnya). Keadilan harus ditegakkan disemua tempat dan berlaku sebagaimana harusnya.

►Keempat, adil yang “dinisbatkan pada Ilahi”. Semua wujud tidak memiliki hak atas Allah SWT. Keadilan Ilahi merupakan rahmat dan kebaikan-Nya. Keadilan-Nya mengandung konsekuensi bahwa rahmat Allah SWT tidak tertahan untuk diperoleh sejauh makhluk itu dapat meraihnya.

3. Contoh Keadilan
Sebagai seorang mahasiswa, sudah haknya untuk mendapatkan IP yang bagus. Namun, apabila hanya menuntut hak tersebut kepada dosen tanpa ada usaha belajar dan dapat nilai yang bagus, itu berarti kewajibannya sebagai seorang mahasiswa terlantarkan. Dan terjadi ketidakadilan dalam melaksanakan hak dan kewajibannya. Dengan begitu, mahasiswa perlu menjalankan kewajibannya dengan belajar semaksimal mungkin agar haknya untuk mendapatkan IP bagus dapat terpenuhi.

▲Keadilan Sosial
1. Hubungan Sila Kelima dengan Keadilan Sosial
Dalam Pancasila, pada sila kelima yang berbunyi “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” memiliki hubungan dengan keadilan sosial. Menurut Bung Hatta, dalam uraiannya mengenai sila kelima Pancasila, menulis bahwa keadilan sosial adalah langkah yang menentukan untuk melaksanakan Indonesia yang adil dan makmur.

2. Wujud Keadilan Sosial
Untuk mewujudkan keadilan sosial seperti yang telah dijelaskan pada poin diatas, diperinci lah perbuatan dan sikap yang perlu di pupuk, yaitu :
◢Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
◢Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
◢Sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan.
◢Sikap suka bekerja keras.
◢Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.

3. Asas Keadilan Sosial (8 Jalur Pemerataan)
Asas untuk menuju dan terciptanya keadilan sosial itu nantiya akan dituangkan ke dalam berbagai langkah dan kegiatan, antara lain melalui 8 jalur pemerataan, yaitu :
◢Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak, khususnya pangan, sandang dan perumahan.
◢Pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.
◢Pemerataan pembagian pendapatan
◢Pemerataan kesempatan kerja.
◢Pemerataan kesempatan berusaha.
◢Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan,
◢Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh tanah air.
◢Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.

▲Berbagai Macam Keadilan
1. Macam - Macam Keadilan
►Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (Tha man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan, Sunoto menyebutnya keadilan legal.

Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakt bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara baik menurut kemampuannya. Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidakserasian.

►Keadilan Distributif
Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally).

►Keadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.

▲Kejujuran
1. Pengertian Kejujuran
Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan haruis sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir malalui kata-kata atau perbuatan.

2. Hakekat Kejujuran
Pada hakekatnya jujur dilandasi oleh kesadaran moral yang tinggi, kesadaraan pengakuan akan adanya sama hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap kesalahan atau dosa. Adapun kesadaran moral adalah kesadaran tentang diri kita sendiri karena kita melihat diri kita sendiri berhadapan dengan hal baik dan buruk. Dari situ manusia dihadapkan antara yang halal dan yang haram, yang boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan.

▲Kecurangan
1. Pengertian Kecurangan
Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hari nuraninya, atau memang dari hati sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha.

2. Sebab Manusia Melakukan Kecurangan
Ada banyak penyebab yang membuat manusia dapat melakukan kecurangan. Ditinjau dari hubungan manusia dengan alam di sekitarnya, ada 4 aspek yang menyebabkan manusia berbuat curang, yaitu aspek ekonomi, aspek kebudayaan, aspek peradaban dan aspek teknik. Apabila keempat aspek tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum. Akan tetapi, apabila manusia dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia akan melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan.

▲Perhitungan dan Pembalasan
1. Macam - Macam Perhitungan dan Pembalasam
◢Menurut agama
Jika seseorang melakukan apa yang Tuhan larang, maka orang tersebut akan mendapat balasannya sesuai apa yang dia perbuat di akherat nanti.

◢Menurut hukum
Jika ada seseorang yang melanggar hukum, dia wajib mendapat balasan dan hukuman sesuai apa yang dia perbuat.

▲Pemulihan Nama Baik
1. Pengertian Nama Baik
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menajaga dengan hati-hati agar namanya baik. Terlebih jika menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan nama baik atau tidak baik ini adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, dan sebagainya.

2. Hakekat Pemulihan Nama Baik
Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia, yaitu:
◢Manusia menurut sifat dasarnya adalah makhluk moral.
◢Ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi manusia untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral tersebut.

Pada hakekatnya, pemulihan nama baik adalah keasadaran manusia akan segala kesalahannya, bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai denga ukuran moral atau tidak sesuai dengan akhlak. Dan untuk memulihkan nama baik manusia harus bertaubat atau minta maaf, dan berjanji tidak akan melakukan hal-hal yang menyimpang lagi.

▲Pembalasan
1. Pengertian Pembalasan
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.

2. Penyebab Pembalasan
Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula.

3. Contoh Pembalasan
Ketika bulan Maret kemarin, Anna memberikan kado ulang tahun kepada Sandy. Dan pada bulan November nanti, Anna akan berulang tahun dan mengadakan pesta serta mengundang teman-temannya, termasuk Sandy. Karena Sandy tahu, Anna pernah memberinya kado di hari ulang tahunnya, maka di pesta ulang tahun Anna nanti, Sandy bermaksud untuk memberikan kado kepada Anna sebagai kado balasanya.

SUMBER
Nugroho, Widyo dan Muchji, Achmad. (1996). MKDU: Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Universitas Gunadarma.